Konsentrasi Filsafat
Takhassus / Konsentrasi Filsafat
Di usia yang ke-14 ini, Pesantren Luhur Baitul Hikmah telah berkembang pesat dan memiliki 5 konsentrasi (takhassus) pembelajaran yang akan ditempuh setiap santri baru selama 5 tahun (4 tahun sembari kuliah di STF Al-Farabi ditambah 1 tahun praktikum dan darmabakti). Setiap santri yang memiliki kemampuan akademik memadai (berdasarkan assessment) serta dapat membagi waktu dengan kuliahnya secara proporsional, diperkenankan mengambil dan mendalami lebih dari satu takhassus pada tahun ke-2 hingga tamat belajar di Pesantren Luhur Baitul Hikmah.
Pilar filsafat yang jamak diketahui adalah ontologi (filsafat ada/hakikat), epistemologi (filsafat ilmu) dan aksiologi (filsafat nilai). Oleh karena Pesantren Luhur Baitul Hikmah ini adalah #PesantrenFilsafat, motto Pesantren (4-K) ini adalah ontologinya, metodologi belajar adalah epistemologinya (SMART) dan nilai-nilai kepesantrenan (CHANGE) adalah aksiologinya.
Dengan menjunjung tinggi motto (Ontologi Luhurian) 4-K, yakni: Kedalaman Spiritual (Spiritual Depth), Keluhuran Budi (Noble Character), Kemajuan Berpikir (Progressive Thinking) dan Keunggulan Prestasi (Excellence of Achievement), maka arah Pesantren Luhur ini tak hanya serius mendalami ilmu-ilmu akhirat sebagaimana lazim dikurikulumkan pesantren-pesantren pada umumnya, tapi juga mempersenjatai para Luhurian dengan ilmu-ilmu dunia (filsafat, logika, retorika, politik, ekonomi, sejarah, saintek, teknologi informasi, kepemimpinan, strategi dakwah, social engineering, kecakapan publik, dan ilmu-ilmu profan lainnya) sebagai bekal menghadapi tantangan kemajuan dan meraih excellence of achivement di kemudian hari.
Dengan menerapkan nilai-nilai (Aksiologi Luhurian) Spirit of CHANGE (Creative, Holistic, Acceptable, Networking, Goal-oriented, Efficiency), program takhassus diterapkan secara ketat, terukur, inovatif, pendampingan secara menyeluruh, mangkus-sangkil, sistematis, mudah diterapkan, ramah gen-Z dan terintegrasi dengan teknologi pendidikan mutakhir, kecerdasan buatan (AI) misalnya. Hal ini akan terasa mudah dan bahkan sangat menyenangkan dengan pembiasaan berjenjang lagi berkesinambungan dan iklim belajar yang kondusif lagi nyaman.
Dengan model pembelajaran atau Epistemologi Luhurian yakni: SMART (Soft skill, Measurable, Actionable, Responsible and Time-bound), sehingga setelah tahun pertama fokus terhadap pemantapan Tahsinul Qur’an (pembekalan dan perbaikan bacaan Al-Qur’an), baik lisan maupun tulisan (imla’) dan ubudiyah standar, para santri diarahkan, dibekali keterampilan dan pendampingan yang smart untuk memilih sesuai minat dan capaian akademik salah satu dari 5 program takhassus (filsafat, tafsir, tasawuf, teologi dan kitab kuning) pada tahun kedua hingga tamat belajar dan beroleh gelar sarjana dari STF Al-Farabi.
Terintegrasinya Pesantren Luhur Baitul Hikmah dengan STF Al-Farabi—sebagai kampus pemikiran—pada gilirannya akan membantuk karakter dan memahat integritas santri untuk menjadi pribadi yang smart sesuai dengan konsentrasi program takhassus yang ditekuninya, sehingga kelak setelah terjun di masyarakat santri dapat berkontribusi dengan smart, berpikir dan bertindak dengan smart, bergaul, berwawasan dan kelak mengamalkan ilmu, ber-mu’amalah dan menjalani hidup dengan smart pula. Insya Allah.
Sebagai satu-satunya Pesantren Filsafaat di Republik ini, Pesantren Luhur Baitul Hikmah yang terintegrasi dengan STF Al-Farabi menjadi satu kesatuan yang berjalin-jemalin, berpilin dan integral. Namun, oleh karena perguruan tinggi sangat dibatasi oleh aturan kurikulum nasional, sehingga pendalaman materi perkuliahan dengan diskusi dan dialog-dialog maraton tidak sepenuhnya ter-cover untuk difasilitasi oleh kampus, dengan demikian takhassus filsafat yang mengarustamakan curah gagasan tentang filsafat mendapati ruangnya dan sangat terbuka selu as-luasnya di Pesantren Filsafat ini.
Penting digarisbawahi bahwa setiap ilmu memiliki filosofi, setiap kemajuan punya falsafahnya sendiri dan setiap peradaban ditulang-punggungi oleh filsafat, oleh karena keuntungan dan nilai plus dari camp konsentrasi filsafat ini tak hanya menunjang pekuliahan dan materi ajar STF Al-Farabi, tetapi yang paling utama santri memiliki kematangan wawasan yayng holistik dan kedalaman pengetahuan yang komprehensif sehingga kelak tidak menjadi ilmuwan menara gading, tidak menjadi intelektual karbitan dan ulama musiman tanpa memiliki bekal filsafat, logika, kemampuan riset, dakwah yang santun dan humanis serta memiliki kedalaman analisis sebagaimana marak satu-dua dasawarsa ini kita temui gerombolan pseudo-ustaz yang praktis hanya memperjual-belikan agama demi entah ambisi berantah. Ya, Negeri ini surplus ustaz tapi minim intelektual dan filsuf yang sungguh-sungguh mendidik dan membentuk kepribadian Bangsa dengan ketulusan dan pelayanan.
***






