• Selamat Datang Santri/Santriwati di Situs Resmi Pesantren Luhur Baitul Hikmah
Minggu, 30 Agustus 2026

Konsentrasi Tafsir

Konsentrasi Tafsir
Bagikan

Takhassus / Konsentrasi Tafsir

Semua pengetahuan, lebih-lebih ilmu keislaman, idealnya terhubung dengan dan memang bersumber dari Al-Qur’an. Al-Qur’an adalah sumber pengetahuan dan kebenaran. Ia akan terus menyejarah, menubuh dan meruang-waktu membersamai dan menginspirasi peradaban. Kedalaman makna Al-Qur’an senantiasa membelum dan takkan pernah tuntas untuk dikaji dan dijadikan inspirasi pembangunan.

Terdapat empat level dalam mamahami Kitab Suci ini, (1) ‘Ibarat, yakni memahami Al-Qur’an secara tekstual berdasarkan makna harfiyahnya, (2) Isyarat, yakni memahami Al-Qur’an secara kontekstual sesuai dengan gerak zaman dan denyut kehidupan, (3) Latha’if, yakni memahami Al-Qur’an sebagai software bagi peradaban dan kemanusiaan, dan puncaknya (4) Haqa’iq, yakni makna hakiki dari Al-Qur’an. Demikian Ali Zainal Abidin ra mendedahkan. Pendek kata, Al-Qur’an ibarat sumur tanpa dasar dan laut tak bertepi, ia tak hanya memiliki makna lahir, tetapi juga makna batin, bahkan hingga 70 level makna batin dalam pandangan Imam as-Suyuthi.

Demi merengkuh kedalaman makna Kitab Suci inilah, 14 tahun perjalanan Pesantren Luhur Baitul Hikmah memberikan sumbangsih bagi keilmuan, pendidikan dan tentu saja peradaban Islam, Pesantren Literasi ini telah berkembang dan memiliki 5 konsentrasi (takhassus) pembelajaran—salah satunya konsentrasi tafsir—yang akan ditempuh setiap santri baru selama 5 tahun (4 tahun sembari kuliah di STF Al-Farabi ditambah 1 tahun praktikum dan darmabakti). Setiap santri yang memiliki kemampuan akademik memadai (berdasarkan tes kelayakan) serta dapat membagi waktu dengan kuliahnya secara proporsional, diperkenankan mengambil dan mendalami lebih dari satu takhassus pada tahun ke-2 hingga tamat belajar di Pesantren Luhur Baitul Hikmah.

Mengetengahkan motto 4-K, yakni: Kedalaman Spiritual (Spiritual Depth), Keluhuran Budi (Noble Character), Kemajuan Berpikir (Progressive Thinking) dan Keunggulan Prestasi (Excellence of Achievement), maka para Luhurian ini tak hanya bertungkus-lumus mendalami ilmu-ilmu akhirat sebagaimana jamak diajarkan di pesantren-pesantren ssebagai kurikulum wajib, tapi lebih dari itu Pesantren ini juga mempersenjatai para Luhurian dengan ilmu-ilmu dunia (filsafat, logika, retorika, politik, ekonomi, sejarah, saintek, teknologi informasi, kepemimpinan, strategi dakwah, social engineering, kecakapan publik, dan ilmu-ilmu profan lainnya) sebagai bekal meraih kesuksesan kelak dan hidup yang layak. Ilmu-ilmu rasional—di samping riwayat otoritatif, ulumul qur’an, sabab nuzul, dan ma’ajim—ini pula yang ditradisikan para Luhurian dan Alfarabian sebagai pendekatan alternatif untuk memahami Al-Qur’an.   

Dengan menerapkan falsafah Spirit of CHANGE (Creative, Holistic, Acceptable, Networking, Goal-oriented, Efficiency), program takhassus tafsir ini diterapkan secara ketat, terukur, inovatif, dengan pendampingan secara menyeluruh, mangkus-sangkil, sistematis, mudah diterapkan, ramah gen-Z dan terintegrasi dengan teknologi pendidikan mutakhir, kecerdasan buatan (AI) misalnya. Hal ini akan terasa mudah dan bahkan sangat menyenangkan dengan pembiasaan berjenjang lagi berkesinambungan dan iklim belajar yang kondusif lagi nyaman. Pendalaman tafsir dan ilmu-ilmu penunjang lantas menegaskan seolah Al-Qur’an turun dalam konteks kehidupan kita hari ini.    

Mengusung model pembelajaran SMART (Soft skill, Measurable, Actionable, Responsible and Time-bound), sehingga setelah tahun pertama fokus terhadap pemantapan Tahsinul Qur’an (pembekalan dan perbaikan bacaan Al-Qur’an), baik lisan maupun tulisan (imla’) dan ubudiyah standar, para santri diarahkan, dibekali keterampilan dan pendampingan yang smart untuk memilih sesuai minat dan capaian akademik salah satu dari 5 program takhassus (filsafat, tafsir, tasawuf, teologi dan kitab kuning) pada tahun kedua hingga tamat belajar dan beroleh gelar sarjana dari STF Al-Farabi.

Terintegrasinya Pesantren Luhur Baitul Hikmah dengan STF Al-Farabi—sebagai kampus pemikiran—pada gilirannya akan membantuk karakter dan memahat kepribadian santri untuk menjadi pribadi yang smart sesuai dengan konsentrasi program takhassus yang ditekuninya, sehingga kelak setelah terjun ke tengah-tengah m asyarakat santri dapat berkontribusi dengan smart, berpikir dan bertindak dengan smart, bergaul, berwawasan dan pada gilirannya mengamalkan ilmu, bermasyarakat dan menjalani hidup dengan smart pula. Insya Allah.

Adapaun disiplin tafsir dan ilmu-ilmu terkait, sejak mula Pesantren ini berdiri, tafsir adalah kajian utama selain filsafat. Bahkan, pengasuh Pesantren Luhur Baitul Hikmah, bapak Ach Dhofir Zuhry, adalah satu pakar tafsir terkemuka di Nusantara dan pengampu kajian Tafsir Tematik di kanal NU online sejak 2018.

 Menarik, karena tak hanya satu-dua tafsir yang dibaca dan dipelajari secara mendalam di Pesantren ini tiap Jum’at malam (bakda isya) dan Rabu sore (bakda ashar), tetapi belasan Tafsir, ulumul Qur’an, Mu’jam Al-Qur’an dan ilmu Qira’ah, misalnya: At-Thabari, Al-Qurthubi, Ibnu Katsir, Mafatih Al-Ghaib, An-Nukat wal-‘Uyun, Al-Kassyaf, Mahasin At-Ta’wil, Nazhmud-Durar, Bahrul Madid, At-Tahrir wat-Tanwir, Fathul Qadir, Al-Itqan Fi Ulumil Qur’am, Al-Burhan, Al-Lubab fi Ulumil Kitab, Al-Alusi, dll, bahkan nyaris semua genre tafsir dipelajari dan didiskusikan dalam bahasa Inggris, entah tafsir induk (ummahat), tafsir ensiklopedis (mausu’at), tafsir kebahasaan (al-lughah wal balaghah), kontemporer hingga tafsir lintas sekte dan disiplin baik Az-Zamakhsyari, Thaba’thaba’i, hinga tafsir sufistik (isyari).

Jumat malam adalah surganya takhassus ini, dimulai dengan satu santri membaca I’rabul Qur’an sementara semua menyimak dan disiarkan langsung di kanal YouTube Luhurian Kepanjen Official disusul dengan membaca beberapa kamus Al-Qur’an (Maqayis al-Lughah, Mufradat Alfazhil Qur’an, Basha’ir dzawit-Tamyiz, Mu’jam Isytiqaq, Fihris Judzur Kalimatil Qur’an, dll) lantas beralih ke Qur’anic Studies, dan sekian matra dari tafsir, beberapa dalam bahasa Inggris. Seturut kemudian, moderator meminpin diskusi hingga larut malam dan nyaris selalu curah gagasan, debat-debat seru dan saling bertukar-tangkap dalam perspektif mengemuka dan menyemarakkan para nokturnis di Pesantren ini. Sebagai Pesantren Literasi, semua santri wajib mencatat dan menulis ulasan serta perspekttif mereka pasca kajian tafsir di situs resmi Pesantren. Sekali mendayung, sekian disiplin ilmu dan keterampilan terasah.

Sudah cukup? Belum. Esok paginya bakda subuh, empat kali dalam sepekan, Pengasuh pesantren memberikan kajian Qur’anic Studies dengan 3-4 kitab sekaligus, di antaranya: Qawaid Asasiyah fi Ulumil Qur’an, Al-Itqan, Al-Burhan dan Al-Lubab fi Ulumil Kitab (beberapa kajian bisa diakses di kanal YouTube: Ach Dhofir Zuhry Official) untuk kemudian koordinator kajian membersamai para Luhurian dalam sesi pendalaman materi ngaji pada sore harinya. Ditambah lagi dengan kajian Balaghatul Qur’an (malam Rabu bakda isya) dan kajian ilmu manthiq secara ketat akan menambah “amunisi” para Luhurian dalam memahami dan mendialogkan Al-Qur’an secara lebih luas. Demikian seterusnya, hingga Al-Qur’an menjadi nafas dan urat nadi para Luhurian serta pada gilirannya mendetakjantungi setiap bangunan ilmu dan peradaban.     

***

Pesantren Luhur Baitul Hikmah
Jl. Aris Joyo Mustoko, RT./RW:/RW.05/02, Ngempit, Tegalsari, Kec. Kepanjen, Kabupaten Malang, Jawa Timur 65163