HARI YANG BERAT
oleh: Ach Dhofir Zuhry
Horacius, seorang pujangga Romawi kuno, tiga puluh tahun sebelum Masehi pernah mengingatkan kita yang hidup di abad ke-21 ini, “Dia yang dapat menyatakan hari ini miliknya adalah dia yang menyelamatkan dirinya dengan berkata: biarlah hari esok menjadi hari paling buruk, sebab saya hidup hari ini.”
Satu hal yang paling tragis dari tabiat manusia adalah bahwa kebanyakan manusia cenderung menolak hidup dengan menyia-nyiakan waktu, terus menolak hari ini dengan tidak menghargai dan menidakkan diri sendiri. Bagaimana pernyataan ini bisa dibuktikan kebenarannya? Mari kita simak ilustrasi berikut!
Anak kecil berkata, “kalau saya sudah besar nanti.” Ketika remaja ia berujar, “jika saya dewasa kelak.” Setelah dewasa ia bergumam, “apabila saya sudah menikah.” Selanjutnya pikirannya berubah, “nanti kalau saya pensiun.” Nah, sesudah pensiun dan kehilangan banyak hal penting dalam hidupnya, barulah ia sadari bahwa semuanya telah menjadi masa lalu, tenggelam di masa silam, ditelan menjadi racun, dimuntahkan menjadi api.
Apakah skenario di atas terdengar akrab di telinga Anda? Kita nyaris selalu terlambat menyadari bahwa waktu telah melangkahi kita sebelum kita menjalani hidup, bahwa kehidupan ini ada pada kita, ada setiap saat, hari ini, sekarang, bukan kemarin atau esok!
Baca Juga : BARAKAH
Mengapa hari ini terasa berat? Tentu saja karena Anda menanggung dan membawa beban masa lalu yang tak tuntas dan rencana tata kelola masa depan yang tak jelas.
Biarlah hari kemarin menjadi milik masa lalu, jangan tangisi susu yang telah tumpah, Anda tidak hidup di masa lalu! Jangan Anda seberangi jembatan sebelum tiba di sana, sebab, sikap buru-buru tak pernah membantu, ia hanya akan menguras tenaga dan menyia-nyiakan sumber daya.
Jika Anda sadari bahwa hari ini teramat menyedihkan, pasti kemarin Anda telah bahagia dan riang gembira. Seandainya Anda tahu bahwa hari esok penuh harapan dan pencapaian, pasti hari ini tidak akan Anda sia-siakan. Nah, tugas Anda hanya berusaha sebisa mungkin sampai waktu tidur tiba, biarlah hari esok menentukan takdirnya sendiri.
Nah, jika Anda merasa bahwa hidup ini tak lagi bersahabat, Anda perlu curiga jangan-jangan Anda memang bukan sahabat yang baik bagi kehidupan ini. Mari Hijrah ke Allah!
#PrayForJT610
____
*Filsuf, Pengasuh Pesantren Luhur Baitul Hikmah, penulis buku-buku best seller








Komentar menunggu persetujuan admin
[…] Baca Juga : HARI YANG BERAT […]